Jumat, 19 Maret 2010

Tahapan perang pemikiran

Objektif

Memahami tahap-tahiap Ghazwul fikri sepanjang sejarah umat.

Memahami kaitan kondoisi umat yang ada sekarang sehubungan dengan rencana ghazwul fikri tersebut.



Sinopsis

Sejarah menunjukkan bahwah khalifah islamiyah pernah berjaya dahulu dan telah menguasai dunia, kemudian semangat umat islam semakin berkurang beriringan dengan merosotnya peranan khilafah sebagai hasil pihak musush melancarkan gazwul fikri.

Marhalah ghazwul fikri terdiri dari tiga fasa yaitu fase sebelum jatuhnya khilafah, semasa jatuhnya khilafah dan setelah jatuhnya khilafah. Fase sebelum jatuhnya khilafah dengan berbagai aktivitas misalnya orientalis, kristenisasi, dan memutuskan hubungan negeri-negeri dengan khilafah. Manakala pada fase jatuhnya khilafah aktivitas ghazwul fkri adalah memisahkan agama dengan negara, menyebarkan fitnah nasionalisme, menjatuhkan khilafah dan terakhir adalah fase sesudah jatuhnya khilafah musuh islam melakukan beberapa serangan misalnya perubahan di dalam politik, masyarakat dan akhlak. Diantara pelaku ghazwul fikri ini adalah orientalist, misionarist, atheis, kaumiyah dan barat. Kerusakan yang didapati diawali dengan sekuler di bidang pengajaran, penerangan, perundang-undangan, menegakkan nasionalisme dan pembebasan wanita.



Hasyiah

1. Fase sebelum jatuhnya khilafah

Syarah

Khilafah islamiyah merupakan kerajaan islam di dunia yang mencakupi negara-negara islam. Khilafah islamiyah selama berabad-abad telah menguasai dunia dan menjadi ustaziatu alam. Pihak kafir dengan kekuatan barat (kristian) dan kekuatan Timur (Majusi) di bawah kekuasaan islam dan islam telah menyebar keseluruh dunia termasuk ke negeri cina. Kejayaan ini kemudian hancur secara bertahap yang kemudian berakhir pada tahun 1924 di bawah khilafah usmaniyah. Kejayaan ini hancur disebabkan pihak luar yang menyerang melalui ghazwul fikri sehingga kekuatan dalam melemah dan kemudian jatuh dan hilang dari permukaan bumi. Cara yang mereka lakukan untuk menghacurkan islam adalah ghazwul fikri sebagai alternatif dari kekalahan mereka melalui ghazwul askari/fisik (perang senjata). Di antara usaha ini adalah secara sistematik dan dirancang dengan baik meraka belajar islam, ketimuran dan kemudian mereka dikenal dengan orientalist. Orientalist ini senantiasa menjelekkan islam dengan menggunakan islam sebagai dalil. Selain itu usaha kristenisasi digalakkan sehingga mereka yang sudah tidak percaya islam akan berpindah agama, orang islam yang miskin, orang islam yang lemah ilmu dan akidah dan sebagainya. Usaha yang cukup berhasil dilakukan oleh pihak musuh pada fase sebelum kejatuhan khilafah islamiyah adalah memutuskan negeri-negeri dengan khilafah, sehingga ashobiyah yang ditimbulkan menjadi isu utama pertembungan di antara negara-negara islam. Dari pertembungan ini semakin lemah khilafah islamiyah dan kemudian satu persatu negara islam di bawah khilafh islamiyah telah keluar dari kekehilafahan dan membentuk negara masing-masing. Penjajahan oleh pihak kafir pun dimulai beriringan dengan kejatuhan khilafh islamiyah. Sejarah membuktikan hampir semua negara islam dijajah oleh pihak kafir.



2. Fase semasa jatuhnya khilafah

Pada saat jatuhnya khilafah islamiyah diperlancar dengan cara rnenyebarkan faham nasionalisme kepada setiap negara islam. Kekauman, kesukuan, kebangsaan dimunculkan secara hebat sehinggan muncul kepentingan-kepentingan yang bersifat ashobiyah. Usaha menghilangkan peranan khilafah islamiyah diperlancar dengan memisahkan agama dan kerajaan. Kepercayaan semakin berkurang terhadap peranan khilafah dan juga peranan khilafah tidak lagi kuat bahkan pemberontakan pun mulai terjadi sebagai warna perjajalan sejarah khilafh islamiyah. Sejarah khilafah islamiyah di sertau juga adanya pertembungan yang menghasilkan berbagai puak dan memisahkan diri dari khilafah islam dan banyak nama-nama yang muncul sebagai saingan saingan khilafah islamiyah yang sedang berjalan, namun demikian keadaan yang tidak terkendali berlaku pada saat menjelang jatuhnya khilafah islamiyah. Keadaan menjelang jatuhnya khilafah islamiyah secara keseluruhan adalah muncul nasionalisme negara di setiap negara islam, munculnya perpisahan dari agama dari kerajaan, terjadinya huruhara di beberapa tempat dan yang tidak kalah pentingnya adalah usahan pihak kafir yang memperlancar kejatuhan khilafah islamiyah ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar